Selasa, 17 April 2012

Sometimes I miss you...

Dua hari yang lalu perasaanku begitu datar, flat, tidak merasakan apapun juga. Di bilang sedih tidak juga, dibilang bahagia tidak juga, dibilang rindu seseorang tidak juga, di bilang galau pun tidak benar-benar flat. Biasa saja.. Apakah karna dia ada di hadapanku, tapi kenapa aku tidak merasakan apa-apa, kenapa aku merasa datar-datar aja atas kehadirannya. Memang kadang aneh hati ini, sekarang begini dan besok entahlah tak bisa aku tebak dan kadang benar-benar tak bisa ku kontrol. Rasa datang silih berganti semaunya sendiri...
Hari berganti dan tiba-tiba dadaku mulai sesak, aq merindukannya.. Sangat.. Dia ada di hadapanku sangat dekat tapi rasanya begitu jauh tak bisa kugapai..
Aku meliahatnya berbaju biru, selamat pagi biru, apa harimu baik?
Aku rindu, aku rindu bercanda bersamanya, aku rindu saat-saat berjalan dengannya, aku rindu dia bermanja padaku, aku rindu so taunya dia, aku rindu keras kepalanya dia, aku rindu melihat senyumnya padaku, hanya untuku, aku rindu semua hal yang ada padanya, rindu saat dia tertawa.. ya tawanya dia yang jarang dia perlihatkan.
Dadaku semakin sesak pagi ini seperti terhimpit tembok besar yang terus begerak bergeser menekan jantungku.. Sesak sekali dan semakin sesak.. dan tanpa sadar air matakupun terjatuh tanpa kusadari, menetes tak dapat aku tahan lagi,, di keramaian orang-orang diruangan kerjaku aku mencoba menghindar menyembunyikan tetesan air mataku yang mengalir, rasa rindu yang tak tertahan lagi.. Sayang aku merindukanmu sangat.. Merindukan setiap detai dirimu, dan entah sampai kapan aku akan merasakan ini begitu dalam... Tuhan apa yang harus aku lakukan?
Miss u..

Sabtu, 03 Maret 2012

unfriend....

Kisahku telah selesai, semua cerita manis ingin ku simpan menjadi cerita istimewa di hidupku, tapi aq salah kisahku ternyata tidak seluruhnya selesai. Perasaanku yg sudah mulai tenang diacak-acak oleh mu temanku sendiri.. Membuat lukaku kembali terbuka, satu persatu kata-kata yang keluar dari mulutmu membuat sebuah cerita dan menyayat setiap mili luka dihatiku yang belum mengering dengan baik, tanpa rasa bersalah tidak memiliki empati sedikitpun sebagai sesama wanita, seorang yang ku anggap teman menceritakan semua dengan gamblang dan dia menikmati setiap apa yang dia ceritakan, kata demi kata yang terus keluar menggambarkan kesenanggannya terus dan terus menyambarku seperti petir yang muncul di teriknya matahari...
Dalam sekejap hidupku yang mulai membaik berubah menjadi kembali berantakan dalam berapa menit saja dia mengacak-acak perasaanku yang baru saja aq tata kembali.
Aq dibawa mengingat kembali kemasa-masa yang seharusnya sudah cukup aq simpan saja dalam ingatanku dan tidak aq keluarkan kembali, menjadi sebuah kenangan, sebuah kisah indah dan manis, benar-benar tersimpan dengan baik di dalam sebuah kotak dihatiku dan tak kubuka lagi. Agar saat ini aq bisa menjalankan hidupku dengan cerita manis yang lain. Melangkah lebih tegar dengan senyum...
Tapi tidak, dia menghancurkan rencana hidupku semua tanpa rasa empati sedikitpun dengan alasan kepolosan dan dia tidak menyadari bahwa setiap kata-kata yang keluar itu membuatku kembali jatuh dan mengores kisahku yg manis, yang ingin kusimpan dia merusak ceritaku dengannya. Seorang teman yang akhirnya kini kuhapus dari hidupku seorang teman yang tak pantas menjadi seorang teman, dan aq dengan sangat ikhlas kehilangan "dia" satu temanku. Dengan begitu dia tidak dapat merusak kisahku lagi, mengacak-acak perasaanku lagi, mengacaukan hidupku..
Terimakasih untuk yang telah mengaku sebagai teman yang kini telah kuhapus... Semoga bahagia...